Biaya Tersembunyi Jualan di Marketplace: Berapa Persen Untungmu yang Hilang?

Biaya admin Shopee dan Tokopedia bisa memotong margin bisnis hingga 20-30%. Simak rincian biayanya dan kapan waktu tepat punya toko online sendiri.

E-COMMERCE

Technology Cellar

6/23/20263 min read

Kamu pasti pernah dengar cerita dari sesama seller, omzet bulan ini naik, tapi uang yang masuk ke rekening kok rasanya nggak sebanding. Salah satu penyebab yang sering luput dihitung adalah biaya admin marketplace. Banyak penjual baru benar-benar sadar setelah duduk dan menghitung satu per satu, ternyata potongannya jauh lebih besar dari yang dikira.

Berapa Sebenarnya Biaya Admin di Marketplace?

Setiap marketplace punya struktur biayanya sendiri, dan biasanya dihitung dari harga jual setelah diskon (harga netto), bukan dari harga normal. Sebagai gambaran umum:

  • Shopee menerapkan biaya layanan berjenjang sesuai kategori produk — mulai dari sekitar 4% untuk kategori logam mulia dan perhiasan, sampai 10% untuk kategori fashion, FMCG, dan kebutuhan sehari-hari.

  • Tokopedia punya skema serupa, berkisar 2%-6,5% tergantung kategori produk dan status toko (Power Merchant biasa atau Power Merchant Pro).

  • Di luar itu, masih ada biaya proses pesanan, biaya ikut program promosi atau gratis ongkir yang kadang sifatnya wajib, sampai potongan untuk diskon yang ditanggung bersama dengan platform.

Kalau semua ditotal, nggak mengherankan kalau banyak pelaku usaha bilang margin bersih mereka di marketplace bisa terpangkas 20%-30%, hanya dari biaya layanan dan potongan-potongan ini.

Simulasi Sederhana: Kemana Larinya Margin Kamu

Coba kita hitung dengan contoh sederhana. Misalnya kamu jual produk seharga Rp100.000 dengan margin kotor 40% (Rp40.000 dari setiap unit terjual). Kalau kategori produkmu kena biaya admin 8%, ditambah biaya proses pesanan dan kamu ikut program gratis ongkir, bisa saja Rp15.000-Rp20.000 dari margin itu sudah hilang, sebelum kamu sempat menghitung biaya bahan baku, packing, atau gaji tim.

Artinya, margin bersih yang awalnya kelihatan sehat di atas kertas, kenyataannya bisa tinggal separuh atau bahkan kurang. Ini yang membuat banyak seller merasa "kerja keras, untungnya nggak kerasa".

Tanda-Tanda Kamu Perlu Mulai Mempertimbangkan Channel Lain

Beberapa tanda yang biasa dirasakan pelaku usaha sebelum mulai serius memikirkan punya toko online sendiri:

  • Omzet naik, tapi margin bersih terasa makin tipis tiap bulan.

  • Kamu mulai punya pelanggan setia yang sebenarnya bisa diajak belanja langsung tanpa lewat marketplace.

  • Kamu capek "perang harga" dengan kompetitor yang jual produk sejenis persis di sebelah listing-mu.

  • Kamu ingin punya kendali penuh atas promo, diskon, dan strategi marketing — tanpa terikat aturan platform yang bisa berubah sewaktu-waktu.

Bukan Soal Tinggalkan Marketplace, Tapi Soal Punya Pilihan

Marketplace tetap berguna, terutama untuk menjangkau pembeli baru yang belum kenal brand kamu. Tapi mengandalkan satu platform sepenuhnya berarti kamu juga sepenuhnya tunduk pada aturan dan struktur biaya yang mereka tentukan — dan itu bisa berubah kapan saja.

Banyak brand sekarang memilih strategi yang lebih aman: tetap ada di marketplace untuk akuisisi pembeli baru, tapi juga membangun toko online sendiri sebagai aset jangka panjang. Di toko sendiri, kamu bebas atur harga, ongkos kirim, promo, sampai menyimpan data pelanggan untuk strategi loyalty dan repeat order — sesuatu yang nggak bisa kamu dapatkan kalau semua transaksi terjadi di platform orang lain.

Pertanyaan yang Sering Muncul

Apakah saya harus langsung berhenti jualan di marketplace?

Tidak harus. Kebanyakan brand justru menjalankan keduanya secara bersamaan — marketplace untuk menjangkau pembeli baru, dan toko online sendiri untuk membangun loyalitas serta margin yang lebih sehat dalam jangka panjang.

Berapa biaya untuk membuat toko online sendiri?

Tergantung kebutuhan. Untuk bisnis yang baru mulai, opsi website builder bisa jadi solusi cepat dan terjangkau. Untuk brand yang butuh fitur khusus, opsi full custom lebih fleksibel meski butuh waktu dan investasi lebih besar.

Saatnya Hitung Ulang Strategi Jualanmu

Kalau setelah membaca ini kamu jadi penasaran berapa sebenarnya total biaya yang sudah "menguap" dari bisnismu selama ini, coba mulai dengan menghitung sendiri dari laporan penjualan marketplace-mu. Dari situ, kamu bisa lebih objektif menilai apakah sudah waktunya menambah channel sendiri yang lebih ramah ke margin bisnis dalam jangka panjang.

Technology Cellar membantu brand membangun e-commerce dengan identitas sendiri — mulai dari opsi website builder yang cepat dan terjangkau untuk yang baru mulai, sampai sistem full custom dengan fitur khusus seperti membership, voucher, atau integrasi ke sistem internal bisnismu. Konsultasi gratis untuk cari tahu opsi mana yang paling pas buat bisnismu.